Orang mukmin yang pintar dan Cerdas

Dalam QS. Al Anbiya ayat 35 Allah SWT berfirman :

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ 

Artinya adalah "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat Al-Anbiya ayat 35)

Dalam ayat tersebut diatas Allah SWT menjelaskan bahwa setiap yang berjiwa dan utamanya manusia akan mengalami kematian dan pasti akan merasakan kapan, dimana dan dengan sebab-sebab yang berbeda-beda satu sama lainnya. Semua yang berjiwa akan dikembalikan kepada Allah SWT dengan tidak memandang usia, tidak memandang kasta dan tidak memandang derajat maupun pangkat.

Oleh sebab itu hendaknya sebagai orang mukmin untuk selalu ingat pada kematian baik disaat senang atau pun disaat sedih, baik di saat Bahagia atau pun disaat susah dan disaat apapun. Orang mukmin yang pintar juga selalu dan setiap saat mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akherat. orang mukmin yang cerdas juga tidak akan melupakan akan kematian yang setiap orang akan merasakannya, orang mukmin yang cerdas akan mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.


Dalam QS. An Nisa : 78 Allah SWT berfirman :

أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجٖ مُّشَيَّدَةٖۗ

yang berarti "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat An Nisa  ayat 78)


Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 42 Allah SWT juga berfirman :

ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَاۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا

 ٱلۡمَوۡتَ وَيُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ  

Artinya : Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.  (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat Az Zumar  ayat 42)

Penjelasan ayat tersebut adalah bahwa Allah memegang jiwa ketika matinya seseorang, ini berarti setiap manusia yang mati tidak akan luput dan lepas dari kehendak-Nya, apalagi jiwa orang-orang yang belum mati pasti tidak akan luput dari pengawasannya, tidak ada yang bisa bersembunyi, tidak ada yang bisa menolak dan tidak ada yang bisa menghindar dari kematian.

Untuk itulah persiapkan diri untuk kematian dengan cara tidak melibatkan hati kita atas masa lalu dari kehidupan dunia ini, tetap harus semangat apapun keadaannya baik sedih gembira tetap selalu ingat dan tidak terlena dalam mempersiapkan diri untuk kematian.


Sekali lagi penting untuk diingat bahwa kematian pasti datang, oleh sebab itu persiapkan diri untuk kematian dan tidak terlena oleh gemerlapnya dunia, karena semua kepunyaan Allah dan akan dikembalikan kepada Allah. semoga Allah membimbing kita ke jalan-Nya.


 

Comments

Post a Comment