Bersyukur terhindar dari Adzab

 Terkait “syukur” Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7 :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ 

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Sumber Alquran dan Terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya/Surat Ibrahim ayat 7)

Syukur adalah ungkapan terima kasih yang dilakukan oleh manusia kepada Tuhannya, baik dilakukan secara lisan dengan berucap “Alhamdulillahi” artinya segala puji bagi Allah, dilakukan dengan Tindakan dengan cara setiap nikmat yang kita dapatkan dimanfaatkan untuk jalan Allah seperti memberi sedekah atau  juga bersyukur dengan Hati yaitu dengan cara meyakini dan memahami bahwa segala nikmat yang kita rasakan datangnya dari Allah SWT. Sebagai tindakan bersyukur juga sebaiknya dengan cara melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Sebagaimana dalam QS. An Nahl ayat 18 Allah menjelaskan :

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ 

Artinya : Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Sumber Alquran dan Terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya/Surat An Nahl ayat 18)

Jadi tiada terhitung jumlahnya, segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, yang Nampak maupun yang tidak Nampak dan yang kelihatan ataupun yang tidak kelihatan, semua diperuntukkan bagi manusia. Oleh sebab itu manusia tidak boleh sombong dengan membanggakan diri serta angkuh kepada lainnya, karena semua yang kita miliki sepenuhnya dari Allah SWT Yang Maha Memberi. Boleh kita melihat ke atas sebagai motivasi bukan untuk menjadi rendah diri dan melihat ke bawah agar lebih bersyukur bukan menjadi sombong.


Semua yang diberkan Allah SWT harus disyukuri walau tidak yang menyenangkan di hati, tidak sesuai harapan dan tidak sesuai impian. Baik buruk pemberian Allah SWT pasti ada kemanfaatan di balik pemberiannya dan tetap harus disyukuri.

Hidup manusia tidak “ajeg” tapi berubah-ubah, kadang senang, kadang sedih, kadang gembira, kadang juga nestapa, kadang di atas dan kadang di bawah, terjadi pasang surut. Walau demikian tidak boleh sedikitpun untuk tidak bersyukur, kita tetap harus bersyukur saat di bawah dan begitupun saat di atas tetap harus bersyukur.


 Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang sabar.


Comments

Post a Comment