Yakin lahir dan batin
Yakin secara bahasa berarti percaya dan bersungguh sungguh, kata yakin memiliki pengertian tidak ragu dan meyakini atau mempercayai selain kekuasaan, kekuatan Allah serta teguh dalam menjalankan perintah-perintahnya secara lahir maupun batin. Dalam hal ini yakin adalah mempercayakan segala sesuatunya kepada Allah semata tidak dengan lainnya, tidak ada keraguan sedikit pun dalam melaksanakannya.
Segala doa, usaha dan ikhtiar kita pasrahkan hasilnya kepada Allah juga dikatakan “yakin”, maka apapun usahanya, apapun ikhtiarnya dan apapun doanya pada akhirnya Allah yang menentukan, Allah yang memutuskan dan Allah yang menetapkan. Dengan yakin itulah segala sesuatunya menjadi mungkin, dengan yakin itulah segala sesuatunya menjadi nyata. Dengan yakin itulah segala sesuatunya menjadi mudah.
Dengan “yakin” akan menjadikan beban hidup menjadi lebih ringan, tidak menjadikan tekanan lahir maupun batin. Untuk itu tanamkan rasa yakin kepada Allah dalam segala hal untuk mencapai tujuan hidup maupun cita-cita. Tentunya dengan "yakin” lahir dan batin menjadi ikhlas melakukannya. Sebagai orang yang beriman hendaknya segala sesuatu kegiatan atau urusan didasari dengan lahir dan batin yang "yakin" serta ikhlas dalam pelaksanaannya.
Namun Ikhlas itu tidak cuma diucapkan dibibir saja, namun harus dilakukan kedua-duanya antara lahir dan batin, tidak hanya di batin saja dan tidak pula di lahir saja tetapi keduanya sejalan dan searah. Begitu pula “ikhlas” harus dipraktikkan dengan sungguh-sungguh. Kalau lahir dan batin sudah ikhlas tentunya segala sesuatunya kemudian dipasrahkan kepada Allah SWT.
"Ikhlas" berarti tidak ada pikiran-pikiran dan tujuan-tujuan lain selain hanya kepada Sang Pencipta, tanpa ria, tanpa pamer dan tanpa mengharap pujian dari orang lain.
firman Allah SWT berbunyi :
قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١ وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٢
Yang artinya 11. Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama." 12. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri. (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat Az Zumar ayat 11-12)
Berdasar ayat tersebut diatas diperintahkan agar semua urusan baik peribadatan atau pun pekerjaan sebaiknya dilakukan dengan ikhlas kemudian berserah diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang yakin dan ikhlas dalam melaksanakan semua urusan dan kegiatan.
yakin harus terus menerus
ReplyDeleteHarus yakin seyakin yakinnya
ReplyDeleteawal keberhasilan
ReplyDeletePenyemangat urusan memang harus di dasari dengan yakin
ReplyDeleteyakin nomor 1 pak
ReplyDeletedibarengi dengan ikhlas
ReplyDeleteyakin seyakin yakinnya
ReplyDeleteharus yakin
ReplyDeletejadda wa jadda
ReplyDelete