Hidup di dunia ini seperti pengembara
Hidup manusia sudah ditetapkan dan ditakdirkan oleh Alla Ta’ala dan segala sesuatunya sudah dibatasi dengan waktu, tidak ada satupun makhluk yang dapat menghindar dari ketentuan dan ketetapan Allah SWT. Sepandai-pandai manusia tak akan dapat bersembunyi dari penglihatan, dari pengawasan dan dari pantauan Allah yang maha Melihat. semua makhluk yang hidup di dunia ini hanya menunggu panggilan Allah SWT.
Dunia ini bukanlah tempat yang kekal, karena tangan dan tindakan manusia dunia ini pun pada saatnya akan hancur luluh lantah, tak ada yang tersisa sedikitpun. Semua yang ada di dunia ini baik yang kokoh ataupun yang kuat pasti akan mengalami kerusakan dan kehancuran, “ sesungguhnya dunia ini bukan negeri yang kekal karena Allah telah menetapkan bagi dunia ini kehancuran dan penghuninya akan kembali kepadanya”.( Umar bin Abdul Aziz rahimahullah).
Kehadiran manusia di dunia adalah dengan tujuan tertentu dan yang pasti adalah sebagai Kholifah di bumi yang tidak lain untuk menjaga kemakmuran serta mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan hidup. Kehadiran manusia realitanya malah menyebabkan kerusakan dan kehancuran di bumi. Untuk itu sebagai manusia yang beriman sebaiknya menjadikan bumi ini nyaman disinggahi dan benar-benar mendapat keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akherat. Banyak cara untuk menjaga kerusakan bumi ini dari tangan-tangan manusia yang jahil, yang mementingkan dirinya sendiri sehingga berimbas menbuat kerusakan dan kehancuran bumi.
Manusia di dunia ini seperti orang asing dan seperti musafir
atau pengembala maksudnya bahwa manusia pada saatnya akan kembali ke kampung
halamanya yaitu akherat dan untuk sementara ini manusia singgah sebentar untuk
mencari bekal untuk kembali kepadanya. Di dunia ini manusia tidak menetap
atau berdomisili selamanya tetapi akan melanjutkan perjalanannya ke suatu tempat yang abadi, nanti pada
waktunya akan dipanggil oleh Allah Ta’ala dengan kematian.
Semua makhluk akan mengalami kematian begitu pula manusia, hidup di dunia ini hanya sementara, hanya singgah, hanya mampir sebentar dan hanya mencari bekal untuk kehidupan setelah mati. Oleh karenanya jangan tertipu oleh kemewahan dunia degan memperkaya diri dan berfoya-foya tanpa memikirkan bekal untuk hari kemudian. Hidup manusia ada batasnya, semua berjalan menurut takdirnya, tidak ada yang bisa menundanya atau pun mempercepatnya.
Kehidupan di dunia ini hanya sementara dan hanya sebentar, untuk itu berbuat baiklah dan beramal soleh lah dalam kehidupan ini sebelum terhalang oleh kesibukan, sakit dan kematian.
benar dan benar memotivasi
ReplyDeleteorang yang harus meneruskan perjalanan pulang
ReplyDeletebetil sekali
ReplyDeletemerantau mampir ngombe
ReplyDeleteperjalanan menuju ke akherat
ReplyDeleteInnalillahi wa inna ilaihi rojiun
ReplyDeletepengembara tulen
ReplyDelete