Hidup tidak untuk hari ini saja



Hidup manusia beragam dalam dalam prosesnya dan pastinya setiap masing-masing individu tidak sama dalam mengarungi kehidupan ini. Semua mengikuti ketentuan dan keputusan Allah Ta’ala, baik buruk, susah senang, sedih Bahagia sudah ditetapkan, manusia hanya mengikuti dan menjalankan sesuai takdirnya.


Dalam kehidupannya manusia akan mengalami 2 kehidupan yaitu hidup sebelu mati dan hidup sesudah mati atau hidup di alam dunia dan hidup di alam akherat. Semua manusia pasti akan mengalaminya di kehidupan tersebut. Maksudnya bahwa  manusia hidup tidak hanya untuk hari ini saja tetapi akan melanjutkan hidup untuk hari esok. Allah Ta’ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ

 بِمَا تَعۡمَلُونَ 

Artinya adalah Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat Al Hashr ayat-18)

Dengan demikian setiap manusia agar memperhatikan apa yang diperbuat atau dilakukan untuk kehidupan di akherat ( untuk hari esok ), juga bermaksud agar manusia juga menyadari agar bertanggungjawab terhadap apa yang diperbuat di dunia untuk kehidupan akherat.

Atas dasar tersebut di atas manusia dituntut untuk mempersiapkan dirinya atas perbuatannya sebagai bekal kehidupan di akherat kelak. Orang yang dapat mengendalikan dirinya dan perbuatannya untuk kehidupan setelah mati dikatakan orang yang cerdas karena menyadari apa yang diperbuatnya dan apa yang dilakukannya diperuntukkan juga dipersiapkan untuk kehidupan di akherat yaitu kehidupan setelah mati.


Dalam mempersiapkan hidup sesudah mati tidak perlu menunggu usia tua, tidak perlu menunggu sakit dan tidak perlu menunggu kaya, namun dari sekarang, dari saat ini bahkan dari detik ini, mari kita persiapkan. Semua harus dipersiapkan sejak dini, sejak usia muda dan sejak kita hidup di dunia, karena belum tentu yang mati lebih dulu mereka yang berusia muda, mereka yang kaya dan dan belum tentu mereka yang sakit-sakitan. Allah Ta’ala berfirman :

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمۡۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡ لَا يَعۡلَمَ بَعۡدَ عِلۡمٖ

 شَيًۡٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٞ قَدِيرٞ 

Yang artinya : Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Sumber : Alquran dan terjemahnya Departemen Agama RI, CV. Jaya Sakti Surabaya / Surat An Nahl ayat-70)


Itulah ketetapan dan keputusan Allah Ta.ala, tidak ada yang bisa mengundurkan atau memajukan bahkan menunda, semua pasti terjadi sesuai takdirnya. Semoga kita tetap dalam lindungan-Nya.







Comments

Post a Comment